Senin, 21 April 2014

Makro

Fotografi makro adalah salah satu kategori fotografi yang membuat pembesaran terhadap suatu object. Atau bisa dengan kata lain dunia fotografi yang diperkecil kedalam dunia Micro.
Pembesaran tersebut bisa dilakukan dengan medekatkan obect dengan kamera, atau pun dari jarak terentu  dengan  menggunakan lensa tele. dan harus tetap mengusung konsep “Foto yang berbicara” dengan melibatkan unsur komposisi, POI dan keseimbangan.
 
Benda-benda yang dapat di makro adalah:
-    Benda mati/diam
Seperti: sendok/garpu,perhiasan, uang koin, perangko,bunga,miniature mobil2an, souvenir dll.
-     Makhluk hidup
Seperti : serangga, kupu-kupu, bunga tanaman, laba2, dll

Alat bantu untuk fotografi makro:
 
>   Kamera Saku/Prosumer
Dengan kamera saku/prosumer pun kita bisa mengabadikan keindahan sebuah bunga mawar, sebuah kupu2 yang hinggap di bunga  untuk menghisap madunya. Karena saat ini tekhnologi digital telah memungkinkan kita untuk melakukan fotografi makro dengan hasil yang tidak kalah bagusnya dengan kamera professional. Hampir semua kamera saku/prosumer yang sudah menyediakan fasilitas macro (biasanya ditandai dengan lambing gambar bunga tulip). Dan memungkinkan kita memotret dengan jarak focus kamera dan bendanya hingga beberapa sentimeter saja.
Saat ini sudah tersedia filter/alat tambahan yang dapat di pasang di kamera saku didepan lensanya untuk fotografi makro seperti Raynox dan filter lainnya untuk mendapatkan pembesaran yang lebih .
 
>  Kamera SLR (Single Lens Reflex) baik analog maupun digital.
Semua kamera SLRDSLR kini sudah memiliki fasilitas untuk fotografi makro dengan menggunakan lensa yang berbeda-beda , dan biasanya jarak antara focus lensa ke objectnya akan berbeda tergantung jenis lensa yang kita gunakan.
Untuk lensa khusus makro biasanya jarak object ke lensa bisa sampai 20 cm, tapi apabila kita menggunakan lensa tele maka jarak terdekat yang bisa kita dapatkan titik focus biasanya lebih dari 1 meter dari object.
Sekarang telah banyak tersedia alat tambahan berupa filter close up,filter Lup/Raynox dan reverse lens (sebuah lensa yang dimodifikasi) yang di tempelkan didepan lensa, maka jarak antara object dan lensa akan semakin dekat untuk mendapatkan pembesaran lebih dari 1:1. Dan ada juga tele converter dan extension tube yang dipasang diantara lensa dan odi kamera.

Pembagian  fotografi makro  menggunakan kamera SLR/DSLR

Umum

  • Menggunakan lensa khusus makro atau lensa  zoom yang  bertanda “bunga tulip”(bisa untuk foto makro )
  • Menggunakan  lensa tele atau lensa normal plus tele converter..
Untuk lebih jelasnya maka lensa2 dibawah ini adalah yang biasa di pergunakan untuk fotografi makro:
  • Lensa Makro Normal : 50mm 
  • Lensa Makro Mid tele : 90-105mm 
  • Lensa Makro Tele : 150-180mm
Ekstrem

  • Memasang lensa tambahan lagi dengan posisi terbalik didepan lensa dengan tambahan sebuah adapter khusus.
  • Menggunakan filter tambahan seperti filter close-up didepan lensa.
  • Memakai filter yang seperti sifatnya  sebuah kaca pembesar/Lup , Raynox,
  • Atau bahkan ada juga yang menambahkan sebuah kaca pembesar yang di lekatkan didepan lensa.
COHTOH FOTO MAKRO
7
sumber : http://teknik-foto-makro.blogspot.com/

Senin, 10 Februari 2014

Software Memberi Watermark Banyak Gambar Sekaligus

Download Software Memberi Watermark Banyak Gambar Sekaligus

         Jika Anda memiliki banyak sekali gambar atau foto, dan ingin menggunakan banyak gambar tersebut untuk kepentingan komersial atau yang lainnya. Maka tentunya Anda ingin mencantumkan pada gambar tersebut, bahwa gambar tersebut merupakan hak cipta milik Anda sehingga gambar-gambar milik (hak cipta) anda tidak dapat diakui oleh orang lain atau dibajak oleh mereka.


       Ada sebuah software yang cukup bagus untuk membuat penanda (watermark) untuk menandakan kepada orang lain bahwa gambar itu hak cipta milik Anda, sehingga mereka tidak bisa membajaknya. Software tersebut adalah Free Watermark Image, software ini diberikan dengan lisensi gratis kepada para penggunanya.

     Dengan software ini kita dapat memberikan watermark pada gambar, bahkan kita dapat memberikan watermark pada banyak gambar sekaligus. Sehingga fitur ini sangat berguna untuk mereka yang memiliki banyak gambar (untuk diberikan watermark). Karena apabila memberikan watermark satu per satu pad banyak gambar, apalagi file gambarnya hingga ratusan jumlahnya, tentunya sangat melelahkan dan memakan waktu yang tidak sedikit..

         Adapun jenis watermark yang dapat diberikan yaitu bentuk teks dan image (gambar), sehingga dengan gambar yang diberikan watermark akan dapat telindungi dari penyebaran bebas atau pembajakan yang tentunya bersifat ilegal. Jika Anda ingin memberikan watermark gambar maka terdapat fitur untuk dapat mengubah ukuran gambar yang ingin dijadikan watermark tersebut.

      Dalam melakukan update software Free Watermark Image ini, kita diberikan kemudahan dengan adanya fitur untuk melakukan update secara otomatis ke versi terbaru. Software ini berjenis portable sehingga tidak perlu dilakukan instalasi software.
Rincian Software
Nama: Free Watermark Image
Kegunaan: Membuat watermark gambar
Ukuran file:  1 MB
Bahasa: Inggris (utamanya)
Lisensi: Freeware
Sistem Operasi: Windows 2000/ XP/ Vista / 7/ 8
Website resmi: www.watermark-image.com

Cara Memberi Tanda Tangan Atau Watermark Pada Foto


Cara Memberi Tanda Tangan Atau Watermark Pada Foto

tanda-tangan-watermark-foto
Meskipun tidak penting-penting amat, terkadang kita ingin memberi penanda pada foto entah itu tanda tangan atau sekedar logo watermark. Pelukis kenamaan, Vincent van Gogh, misalnya selalu membubuhkan tandatangan pada lukisan-lukisannya.
Ikuti langkah-langkah dibawah ini untuk memberi tanda tangan atau watermark pada foto. Untuk artikel ini, kita menggunakan Photoshop dan penanda yang dipakai adalah tanda tangan. Silahkan:

1. Buat Tanda Tangan

Anda bisa membuat tanda tangan anda pada kertas atau tablet. Kalau menggunakan kertas, pakailah spidol hitam yang agak tebal. Untuk tablet, silahkan gunakan app bernama penultimate atau yang sejenis untuk Android.

2. Transfer Digital Tanda Tangan Anda

Scan tanda tangan yang ada di kertas, gunakan resolusi paling tinggi karena siapa tahu kita akan menggunakannya pada foto yang berukuran besar. Kalau anda menggunakan tablet, ada opsi untuk mentransfer file tanda tangan anda.

3. Bersihkan Tanda Tangan

Gunakan fitur level adjustment untuk menambah kontras hasil scan tanda tangan anda sehingga terlihat bersih.

4. Buat Dua Jenis Tanda Tangan; Hitam dan Putih

Gunanya adalah masing-masing versi dipakai untuk dua jenis foto yang berbeda backgroundnya. Untuk foto terang, gunakan tanda tangan versi hitam. Untuk foto gelap, gunakan tanda tangan dengan background putih. Untuk membuat tandangan background hitam, gunakan perintah CTRL – I di pohotoshop (Invert) dari file asli.

5. Buka Foto Yang Akan Ditanda Tangani/Dikasih Watermark

watermark-tandatangan-2-sc
Buka foto anda di photoshop, lalu klik File > Place, pilih versi tanda tangan mana yang akan dipakai sesuai fotonya.

6. Sesuaikan Skala Tanda Tangan/Watermark Lalu Posisikan

watermark-tandatangan-4-sc
Perkecil atau perbesar tanda tangan/watermark sesuai ukuran foto lalu posisikan di tempat yang anda inginkan dalam foto.

7. Ubah Blending

watermark-tandatangan-6-sc
Agar tanda tangan/watermark menjadi transparan, cukup ubah blending layer. Untuk tanda tangan dengan background hitam, gunakan mode blending screen. Sementara untuk putih, gunakan multiply.
watermark-tandatangan-5-sc
Nah, selamat mencoba.

 http://belfot.com

Teknik-teknik photografi

Teknik-teknik photografi

Yang sering menjadi kendala utama fotografer pemula adalah kendala teknis. Banyak yang tidak mengetahui dasar dan tidak mengenal kameranya dengan baik. Saya pikir ini penting sekali untuk diatasi sebelum melangkah lebih jauh. Dengan menguasai aspek teknis, kita bisa membuat foto yang kita inginkan.

EXPOSURE / PENCAHAYAAN

Maksud photografi adalah pencahayaan, maka itu sangat penting kita memahami hal ini. Ada 3 faktor utama yang menentukan pencahayaan yaitu bukaan (aperture), kepantasan rana (shutter speed) dan sensitivitas sensor (ISO).

Jenis mode kamera yang bisa dipilih
Jenis mode kamera
Berkaitan erat dengan pencahayaan, pertanyaan yang selalu aku dapat adalah mode kamera apa yang aku harus pakai. Bagi yang memahami prinsip pencahayaan, tentunya lebih cenderung memakai Manual (M), Aperture Priority (A/Av) atau Shutter Priority (S/Tv).
Lalu bagaimana dengan Auto mode, atau Program (P) mode atau scene modes seperti landscape mode (yang gambarnya seperti gunung) atau portrait mode (yang gambar wajah orang dari samping)? Adakah boleh memakai mode itu? Boleh saja kalau belum memahami pencahayaan, tapi bila telah memahami, automatik kita tidak perlu lagi menggunakan mode tersebut.
Aku sendiri pun suka pakai Aperture Priority, kerana aku boleh fokus supaya kelihatan kabur di latar belakang gambar kita.
Mempelajari pencahayaan ibaratnya seperti belajar membawa kereta atau berenang. Pertama kali kita cuba,memang merasa sukar, tapi kalau sudah memahami serta praktikkan apa yang kita paham itu,InsyaAllah, segalanya akan menjadi lebih mudah. Setelah memahami hal ini, hasil gambar akan lebih konsisten.

EXPOSURE COMPENSATION / KOMPENSASI

Histogram: Kalau kurva berwarna hitamnya banyak menumpuk di sebelah kanan seperti ilustrasi di atas. Ini menandakan pencahayaannya terlalu berlebihan
Histogram: Kalau kurva berwarna hitamnya banyak menumpuk di sebelah kanan seperti ilustrasi di atas. Ini menandakan cahaya bergitu terang.
Masih berkaitan dengan pencahayaan, hal yang perlu diperhatikan terutama photografi digital adalah menghindari dari cahaya yang berlebihan sehingga gambar menjadi terlalu terang kerana akan banyak detail yang hilang dan tidak boleh muncul kembali. Untuk melihat apakah gambar kita itu terlalu terang, kita boleh lihat di LCD DSLR atau histogram.
Selain itu, seringkali kita melihat di depan kita terdapat lebih banyak warna gelap daripada terang sehingga gambar menjadi lebih terang. Oleh itu, kita boleh menggunakan fungsi kompensasi pencahayaan.
Nilai kompensasi tergantung pada pandangan kita iaitu jenis pengukur cahaya /metering yang aktif dan jenis kamera.Bagi pendapat aku,kita cuba saja sampai menemukan pencahayaan yang optimal.
Dalam foto ini, kompensasi pencahayaan diperlukan karena sebagian besar area di dalam foto berwarna gelap. Bila tidak, wajah akan terlalu terang dan jubah akan berwarna abu-abu. Data Teknis: Av mode, 200mm, f/4, 1/320 detik, ISO 200, EC -1
Dalam gambar ini, kompensasi pencahayaan diperlukan kerana sebagian besar area di dalam gambar berwarna gelap. Kalau tidak, wajah akan kelihatan terang dan jubah akan berwarna abu-abu. Data Teknik: Av mode, f/4, 1/320 detik, ISO 200, EC -1

MENCEGAH gambar KABUR / GOYANG

Dua faktor gambar kabur atau goyang kerana salah fokus atau shutter speed kurang tinggi. Untuk masalah auto fokus, jangan merendahkan setting automatic focus, tapi pilihlah titik fokus tertentu. Bila subjek bergerak, maka gunakanlah continuous AF sehingga auto focus boleh mengikuti subjek.
Untuk memastikan fokusnya benar-benar telah terkunci, kita akan terdengar bunyi “beep” atau lihat konfirmasi AF yang biasanya berbentuk bulatan atau kotak hijau di dalam jendela bidik / viewfinder.
Berkenaan dengan masalah shutter speed, untuk gambar subjek yang bergerak,kita perlu shutter speed yang cukup tinggi. Contoh: minimal 1/125 untuk gambar orang berjalan. Kalau lebih rendah, gambar akan kelihatan kabur.

Foto #2
Gambar #2
Keterangan gambar #2: Untuk membekukan gambar si penari, aku menggunakan setting AF-C (Nikon) / Ai Servo (Canon) supaya auto fokusnya tetap terkunci pada si penari tersebut walaupun si penari itu bergerak dengan cepat. Lalu aku juga menggunakan shutter speed yang cukup tinggi. Aku juga menggunakan komposisi ekposur untuk mengkomponsasikan latar belakang yang hitam pekat. Data Teknik: Aperture priority (Av) mode f/4, 1/200 detik, EC -1 1/3, AF-C, ISO 1250, 70mm.

DEPTH OF FIELD / KEDALAMAN FOKUS

Kedalaman fokus yang tipis membuat subjek lebih menonjol dan latar belakang menjadi blur sehingga berkesan artistik.
Di foto ini, saya mengunakan bukaan sangat besar, yaitu f/1.4 sehingga depth of field sangat tipis, latar belakang menjadi sangat mulus, bahkan sebagian besar rambut juga udah kabur. Selain itu, lensa yang saya pakai juga cukup tele. Data Teknis: f/1.4,  85mm, 1/1600 detik ISO 200
Di gambar ini, aku menggunakan bukaan sangat besar, yaitu f/1.4 sehingga depth of field sangat tipis, latar belakang menjadi sangat halus, bahkan sebahagian besar rambut juga menjadi kabur. Selain itu, lensa yang aku pakai juga cukup tajam atau halus. Data Teknik: f/1.4, 85mm, 1/1600 detik ISO 200

WHITE BALANCE

wb-white-balance
Contoh beberapa preset White Balance
Tips terakhir untuk artikel ini adalah menentukan setting WB / White balance yang tepat dengan keadaan atau hasil yang ingin dicapai. Memang bagi setiap kamera biasanya telah ada AWB atau Auto White Balance, tapi sekali lagi, AWB sering kali tidak menerjemahkan keadaan dengan baik atau tidak memahami keinginan kita.
Misalnya bila keadaan cahaya di lapangan mendung, maka pilihlah WB cloudy (yang bergambar seperti awan). Kalau di bawah bayangan, pilih Shade dan seterusnya. Kalau di dalam ruangan yang lampunya kuning, maka pakailah WB tungsten (yang gambarnya seperti bola lampu).
Bila ingin gambar kelihatan lebih hangat (kekuningan/jingga), maka set WB ke cloudy atau shade. Bila ingin gambar kelihatan lebih dingin / kebiruan, maka pilihlah WB tungsten

 http://sukasukizs.blogspot.com